Gerilayar sinema memang unik adalah program pemutaran film yang di support oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Danaindonesiana untuk komunitas yang bergerak di bidang perfilman. Pemutaran kali ini bertempat di kampung kami yakni kelurahan Kototuo Limokampuang dan berdekatan pula dengan sekre Forum Studi RT05, dan untuk di sini kami juga akan melakukan puncak pameran arsip yaitu memajang foto-foto sewaktu dulu mengadakan kegiatan dan dokumentasi sinema unik di lokasi-lokasi sebelumnya.


Menjelang diadakannya pemutaran ini kami telah melakukan 5 pemutaran di 5 titik sebelum nya, lantas untuk pemutaran kali ini kami ingin hasil yang lebih baik karena juga bertempat di daerah kami sendiri,oleh karena nya h-7 sebelum itu kami selalu melakukan persiapan-persiapan Baik berupa film yang akan tayang,pembersihan lingkungan, pembagian brosur dll.



Lalu hari pemutaran pun tiba pagi nya kami melakukan pembersihan terakhir seperti menyapu halaman,beres-beres dan mensterilkan lokasi tempat untuk pameran arsip, setelah siang sekitar jam 13.30 ibuk-ibuk dari pkk mulai berdatangan untuk memasak bersama di sebuah tenda yang telah kami sediakan,mereka memasak dengan penuh canda tawa dan yang pasti nya masakan tetap enak walau sambil berbincang satu sama lain, mereka dibantu oleh teman- teman yang juga ingin merasakan sensasi masak bersama dengan ibuk-ibuk tersebut.
Setelah makanan mereka sudah siap untuk disajikan kami meminta mereka untuk mempresentasikan apa saja menu yang mereka masak lalu menceritakan apa saja bahan yang digunakan untuk membuatnya, setelah semua tim selesai mempresentasikan masakan yang mereka buat,kami juga ingin mereka untuk membuat yel-yel nya sendiri agar semangat dan kekompakan tim tetap terjaga.
Penjurian dilakukan dengan cara memvoting tiap makanan yang telah diberi nomor nya masing-masing makanan yang paling lezat dan menarik lah yang dianggap menang. Setelah kegiatan memasak telah selesai dilakukan kami mulai menata area untuk pemutaran film kami memulai nya dengan membangun tenda bersama dilanjutkan dengan memasang umbul-umbul poster film yang akan ditayangkan, setelah nya para kawan-kawan dari komunitas ladang rupa mulai memasang perlengkapan sound system dan layar yang juga pasti kami bantu.



Setelah selesai memasang semua alat persiapan malam nya acara dimulai sekitar jam 20.00 wib di buka oleh Abinul hakim dan Rasella azzahra setelah itu juga ditampilkan penampilan bakat oleh frasya,diva dan Bilqis dan ada juga penampilan pantomim oleh didan. Ketika penampilan dari adik-adik ini selesai acara nobar film di mulai,film yang ditayangkan ini semua berasal dari kawan kawan komunitas film mulai dari Sumatera barat,pekanbaru hingga ke daerah timur Indonesia.
Sesi nonton film ini kurang lebih berlangsung selama 90 menit,lalu setelah nya dilanjutkan dengan acara maota lamak/ngobrol santai Yang dipandu oleh pairing ota yaitu abinul hakim dan Galih pramudito, disana Galih menyampaikan pandangan nya”bahwa selama dia banyak mengikuti kegiatan pemutaran film tak disangka pemutaran kali ini Itu unik karena ada masak-masak nya juga pengenalan budaya nya dan berkaitan dengan masyarakat di kenagarian tersebut yaitu budaya Minangkabau “.


setelah itu juga ada sesi bertanya lalu ada salah seorang kawan bertanya, bagaimana dampak atau manfaat layar tancap di Indonesia pada saat sekarang ini? Lalu ia menjelaskan karena sudah ada bioskop di gedung bioskop,mungkin dikota besar atau metropolitan apalagi di pulau Jawa tidak terlalu relevan ataupun kalau ada ngak se bermanfaat itu untuk orang ibukota tapi misal untuk di luar ibukota, kabupaten atau kota-kota yang tidak memiliki akses ke bioskop atau internet itu penting karena budaya menonton seperti ini adalah budaya menonton lama tahun 70an, kayak datang kelapangan atau tanah lapang untuk bertemu bareng masyarakat. Lalu Galih juga menyampaikan bagaimana kegiatan sehari hari nya,ia memiliki website yang isi nya ulasan film atau resensi(kritik film) bersama teman-teman dari komunitas mania cinema,selain mengkritik film ia juga aktif di minta untuk ngobrol bareng teman-teman mendistribusikan pengetahuan lalu juga ia aktif menjadi kurator, penulis dll.
Lalu Abinul hakim juga menyampaikan bahwa layar tancap ini adalah sebagai nostalgia bagi ibuk-ibuk, karena layar tancap ini lah yang menjadi media untuk bersilaturahmi bersama bisa nonton bareng, berkumpul dan tertawa canda bersama teman-teman.

Payakumbuh, Juli 2024
